Panduan Rivya Video Studio
Gunakan Rivya Video Studio untuk text-to-video, image-to-video, gerak terpandu, demo produk, durasi, rasio aspek, perencanaan audio, dan review.
Gunakan panduan ini ketika deliverable Rivya berikutnya membutuhkan gerak: demo produk, teaser peluncuran, klip marketing, tes image-to-video, atau explainer pendek.
Video Studio adalah workspace setelah login untuk tugas video yang membutuhkan kredit, pengaturan gerak, referensi, status asinkron, history tersimpan, dan review output.
Untuk Apa Video Studio
Video Studio digunakan untuk membuat dan mengiterasi tugas video seperti:
- konsep text-to-video
- klip demo produk
- video marketing
- gerak berbasis gambar
- tes gerak berbasis referensi
- klip pendek bergaya UGC
- explainer pendek yang nanti mungkin membutuhkan suara atau musik
Video Studio paling andal untuk klip yang terfokus. Video pertama yang berguna biasanya membuktikan satu gerakan, satu scene, atau satu pesan.
Pilih Titik Awal Yang Tepat
Mulailah dari teks ketika scene dan aksinya dapat dijelaskan dengan jelas.
Mulailah dari gambar ketika Anda sudah memiliki arah visual dan ingin menganimasikannya.
Mulailah dari referensi ketika video perlu menghormati tampilan produk, gaya campaign, komposisi, atau gambar statis sebelumnya.
Jika arah visual belum terbukti, pertimbangkan untuk memakai Image Studio di Rivya lebih dulu.
Tulis Gerak Dalam Beat Sederhana
Prompt video bekerja lebih baik ketika gerak dipecah menjadi beat sederhana.
Gunakan struktur ini:
- frame pembuka
- gerakan utama
- frame akhir
Contoh:
Mulai dengan close-up produk di meja bersih. Kamera perlahan maju mendekat saat tutupnya diputar terbuka. Akhiri dengan produk terbuka berada di tengah dan label tetap terlihat.
Itu lebih mudah direview daripada prompt yang meminta cerita produk lengkap, banyak lokasi, beberapa gerakan kamera, dan overlay teks dalam satu klip pendek.
Atur Durasi Dan Rasio Aspek
Pilih pengaturan berdasarkan tempat video akan digunakan:
- vertikal untuk klip sosial format pendek
- kotak untuk posting sosial yang fleksibel
- horizontal untuk hero situs, demo produk, dan aset bergaya presentasi
- durasi lebih pendek untuk tes arah
- durasi lebih panjang hanya ketika skrip atau gerak membutuhkan waktu tersebut
Untuk panduan pengaturan yang lebih detail, baca Kualitas, Durasi, dan Rasio Aspek.
Kapan Audio Masuk Ke Workflow
Audio perlu direncanakan ketika audio mengubah cara video dipahami.
Gunakan audio untuk:
- voice-over
- narasi
- dialog
- efek suara
- versi video yang dilokalkan
- aset marketing final
Untuk tes gerak awal, validasi arah visual lebih dulu. Tambahkan suara atau bunyi melalui Audio Studio di Rivya setelah klip layak difinalkan.
Mereview Output Video
Review video sebelum mengunduh atau membuat varian.
Periksa:
- apakah gerakan utama jelas
- apakah produk atau subjek tetap dapat dikenali
- apakah kamera mendukung tugas
- apakah detik-detik pertama masuk akal
- apakah crop cocok dengan kanal target
- apakah artefak membuat klip tidak layak dipakai
- apakah hasil sebaiknya disimpan, dicoba ulang, atau dilanjutkan
Gunakan History di Rivya dan Pusat Notifikasi Rivya untuk pekerjaan asinkron dan pengambilan kembali nanti.
Kapan Harus Mulai Dari Tempat Lain
Jangan mulai di Video Studio ketika:
- ide masih membutuhkan perencanaan di chat
- arah visual belum terbukti dan bisa dimulai sebagai gambar statis
- tugas utamanya adalah masalah skrip, suara, atau bunyi
- Anda membutuhkan teks UI yang persis atau teks padat yang terbaca jelas di dalam video
- permintaan sebenarnya adalah campaign multi-scene yang sebaiknya dipecah menjadi beberapa aset
Video kuat, tetapi bukan cara termurah untuk menemukan ide visual yang belum jelas.
Halaman Terkait
Panduan Referensi Video Rivya
Gunakan referensi video Rivya untuk mengarahkan tampilan produk, struktur scene, gerak, perilaku kamera, kontinuitas image-to-video, dan review.
Panduan Workflow Video AI Rivya
Pilih workflow video Rivya untuk text-to-video, image-to-video, perubahan source video, klip yang sadar audio, rasio aspek, dan history Studio.