Docs Rivya AI

Panduan Rivya Audio Studio

Gunakan Rivya Audio Studio untuk suara, narasi, dubbing, efek suara, cleanup, upload, lokalisasi, voice-over video, dan peninjauan output.

Gunakan panduan ini saat output Rivya perlu didengar, dibersihkan, dilokalkan, diunduh, ditinjau, atau dipasangkan dengan aset video.

Audio Studio adalah workspace setelah login untuk suara AI, narasi, dubbing, efek suara, cleanup, upload, dan output audio yang dapat terhubung kembali ke workflow video atau lokalisasi.

Untuk Apa Audio Studio

Audio Studio mendukung tugas seperti:

  • text-to-speech
  • narasi
  • voice-over video
  • dubbing dan lokalisasi
  • speech bergaya dialog
  • efek suara
  • cleanup dan isolasi audio
  • workflow terkait musik jika tersedia

Tugas-tugas ini berbagi surface audio, tetapi tidak berbagi input atau standar review yang sama.

Pilih Pekerjaan Audio Terlebih Dahulu

Sebelum memilih model, tentukan pekerjaan audionya.

Tanyakan:

  • Apakah saya membuat speech baru?
  • Apakah saya melokalkan atau mengganti speech yang sudah ada?
  • Apakah saya membersihkan rekaman yang sudah ada?
  • Apakah saya membuat sound cue?
  • Apakah audio ini melekat pada video?
  • Apakah output perlu diunduh, digunakan ulang, atau ditinjau bersama klien?

Workflow yang tepat bergantung pada jawaban ini.

Membuat Speech Dari Teks

Gunakan generasi speech saat Anda memiliki skrip atau pesan yang perlu didengar.

Brief speech yang berguna mencakup:

  • bahasa
  • gaya pembicara
  • nada
  • tempo
  • pendengar target
  • perkiraan durasi
  • tempat audio akan digunakan

Contoh:

Buat voice-over tenang berdurasi 20 detik untuk teaser peluncuran produk. Audiensnya adalah founder ecommerce. Pertahankan nada yang jelas, percaya diri, dan tidak terlalu dramatis.

Narasi, Voice-Over, dan Dubbing

Gunakan narasi saat satu suara membawa video, tutorial, penjelasan produk, atau cerita.

Gunakan voice-over saat audio mendukung aset video atau campaign tertentu.

Gunakan dubbing saat tugasnya mengganti atau melokalkan konten lisan sambil mempertahankan makna adegan yang sudah ada.

Untuk pekerjaan terkait video, tinjau pacing visual sebelum memfinalkan audio.

Cleanup dan Efek Suara

Cleanup memperbaiki rekaman yang sudah ada.

Efek suara membuat sound cue baru.

Jangan mencampuradukkan keduanya. Jika masalahnya noise, isolasi, atau kejelasan, gunakan cleanup. Jika masalahnya dampak yang hilang, ambience, atau momen suara tertentu, gunakan workflow efek suara.

Jika rekaman sumber penting, baca Upload Audio di Rivya sebelum mengunggah.

Meninjau Output Audio

Tinjau audio dengan mendengarkan sesuai use case sebenarnya.

Periksa:

  • pelafalan
  • pacing
  • kecocokan emosi
  • kejelasan
  • noise atau artefak cleanup
  • kewajaran bahasa
  • timing terhadap video jika relevan
  • apakah output dapat digunakan ulang

Untuk penggunaan komersial, dengarkan output penuh, bukan hanya memeriksa beberapa detik pembuka.

Kapan Tidak Memakai Audio Studio Terlebih Dahulu

Jangan mulai di Audio Studio saat:

  • skrip masih belum jelas dan perlu perencanaan chat
  • arah video belum selesai
  • tugas sebenarnya visual, bukan audio
  • file sumber berisi materi sensitif yang tidak seharusnya diunggah
  • output membutuhkan persetujuan legal, medis, atau klien sebelum digunakan

Gunakan Chat Studio di Rivya untuk perencanaan dan Panduan Upload Aman sebelum mengirim file sensitif.

Kesalahan Umum Audio Studio

Hindari pola ini:

  • memilih suara sebelum skrip enak dibaca keras
  • memakai cleanup saat tugas sebenarnya adalah narasi baru
  • memakai efek suara untuk memperbaiki konsep video yang belum jelas
  • menyetujui sampel pendek tanpa mendengarkan sesuai use case sebenarnya

Kualitas audio bukan hanya soal suara. Kualitasnya juga bergantung pada skrip, timing, bahasa, dan apakah aset tersebut cocok dalam proyek yang lebih besar.

Halaman Terkait

Daftar Isi