Kembali ke pustaka prompt
Pustaka promptPrompt Chat

Chat Kritik Landing Page

Review draft landing page dengan prompt terstruktur untuk positioning, kejelasan konversi, contoh, keberatan, dan tindakan berikutnya.

Halaman landingKonversiReview copy
Pratinjau

Prompt Chat

Model yang direkomendasikan

Claude Sonnet 4.5

Format output

Kritik konversi

Pratinjau

Prompt Chat

thread chat

Ini outline untuk landing page produk AI kami. Beri tahu saya bagian mana yang belum jelas sebelum kami mendesainnya.

Core promise: sudah terlihat, tetapi masih dibingkai sebagai fitur, bukan outcome pengguna yang konkret. Unclear point: halaman belum menjelaskan siapa yang mendapat value pertama atau workflow apa yang berubah setelah signup. Example gap: tambahkan contoh before-after, sampel output model, dan satu trust signal singkat di dekat hero. CTA issue: action utama muncul setelah terlalu banyak penjelasan; pindahkan CTA yang berorientasi penggunaan lebih dekat ke section quick-use. Revision plan: tajamkan hero, tambahkan outcome cards, lalu tulis ulang objections sebelum memoles visual.

Output

Janji / pengguna / kebingungan / celah contoh / keberatan / CTA / rencana revisi

Paling cocok untuk landing page SaaS, halaman launch, dan review konversi awal.

Prompt lengkap

Chat Kritik Landing Page

Prompt kritik konversi untuk positioning landing page, example gaps, objections, opsi CTA, dan revisi prioritas.

Model yang direkomendasikan: Claude Sonnet 4.5Format output: Kritik konversi
Prompt lengkap
Prompt Chat
Bertindaklah sebagai senior conversion strategist. Review draft atau outline landing page ini. Kembalikan kritik terstruktur dengan: 1) core promise, 2) target user, 3) hal yang membingungkan, 4) example gaps, 5) objection risks, 6) perbaikan per section, 7) opsi CTA yang lebih kuat, dan 8) rencana revisi prioritas. Bersikap langsung, praktis, dan spesifik. Jangan menulis ulang seluruh halaman kecuali saya meminta.

Catatan penggunaan

Tempelkan outline halaman nyata, target audience, offer, dan tujuan konversi utama. Jika halaman sudah live, sertakan URL atau copy per section.

FAQ prompt

Sebelum Anda menggunakan prompt ini

Pemeriksaan cepat untuk input, kecocokan model, dan cara menyesuaikan template tanpa melemahkan hasil.

Materi halaman apa yang sebaiknya saya tempelkan?

Tempelkan hero, outline section, teks CTA, target audience, dan contoh apa pun yang sudah Anda miliki. Prompt ini bekerja untuk outline kasar maupun live copy.

Apakah ini menggantikan UX audit?

Tidak. Ini memberikan review konversi dan messaging yang terstruktur. Gunakan sebelum polish desain atau sebagai second pass cepat setelah draft.

Mengapa meminta rencana prioritas?

Prioritization membuat output dapat ditindaklanjuti. Anda mendapat perubahan berdampak tertinggi terlebih dahulu, bukan kritik panjang yang tidak fokus.

Pratinjau thread

Ini outline untuk landing page produk AI kami. Beri tahu saya bagian mana yang belum jelas sebelum kami mendesainnya.
Core promise: sudah terlihat, tetapi masih dibingkai sebagai fitur, bukan outcome pengguna yang konkret. Unclear point: halaman belum menjelaskan siapa yang mendapat value pertama atau workflow apa yang berubah setelah signup. Example gap: tambahkan contoh before-after, sampel output model, dan satu trust signal singkat di dekat hero. CTA issue: action utama muncul setelah terlalu banyak penjelasan; pindahkan CTA yang berorientasi penggunaan lebih dekat ke section quick-use. Revision plan: tajamkan hero, tambahkan outcome cards, lalu tulis ulang objections sebelum memoles visual.

Output

Janji / pengguna / kebingungan / celah contoh / keberatan / CTA / rencana revisi

Prompt lain dalam mode ini

thread chat

Kami ingin membuat asisten AI untuk tim ecommerce kecil yang mengubah foto produk menjadi aset kampanye.

Hipotesis masalah: tim ecommerce kecil kehilangan waktu saat mengubah foto produk mentah menjadi aset kampanye yang siap untuk berbagai kanal. Asumsi paling berisiko: kualitas foto cukup tinggi, tim mempercayai variasi aset AI, dan waktu tinjauan adalah bottleneck sebenarnya. Pertanyaan riset: siapa yang memiliki proses pembuatan aset kampanye, di mana revisi tersendat, dan standar kualitas apa yang menghambat publikasi. Rencana validasi: wawancarai 5 operator, uji 3 alur aset berbasis prompt, dan bandingkan waktu hingga aset pertama disetujui. Gerbang keputusan: lanjutkan hanya jika tim bisa mencapai draf yang layak dipublikasikan lebih cepat daripada alur kerja mereka saat ini.

thread chat

Kami sedang mengeksplorasi produk catatan AI baru untuk konsultan solo. Bantu saya mengubahnya menjadi brief riset.

Tujuan: menentukan apakah konsultan solo membutuhkan workspace catatan AI atau lapisan tindak lanjut klien yang lebih ringan. Asumsi kerja: mereka sudah menangkap catatan, tetapi sintesis dan penyusunan langkah berikutnya belum konsisten. Audiens: konsultan solo dengan panggilan klien berulang dan dukungan operasional terbatas. Pertanyaan utama: catatan mana yang berubah menjadi pekerjaan tertagih, apa yang hilang setelah panggilan, dan di mana tool CRM terasa terlalu berat. Rencana riset: lakukan 6 wawancara, tinjau 10 alur kerja catatan panggilan terbaru, dan uji satu prototipe brief tindak lanjut.

thread chat

Seorang pelanggan mengatakan ekspornya gagal dua kali dan meminta pengembalian dana. Berikut catatan kebijakan kami...

Jenis masalah: kegagalan ekspor berulang ditambah permintaan pengembalian dana. Balasan untuk pelanggan: akui upaya yang gagal, minta maaf dengan jelas, dan konfirmasi bahwa Anda akan membantu memulihkan jalur ekspor terlebih dahulu. Batas kebijakan: jelaskan kelayakan pengembalian dana hanya dari catatan kebijakan yang diberikan; jangan menjanjikan pengecualian. Langkah berikutnya: minta format ekspor, browser, dan waktu kejadian, lalu arahkan ke penagihan jika akun memenuhi kriteria pengembalian dana. Catatan internal: tandai sebagai risiko keandalan produk karena ekspor yang sama gagal dua kali.